Langsung ke konten utama

Grand Finale: Top 8 Finalists of NextGen Digital Impact Competition 2026 by Monash University, Indonesia

Grateful to be part of the NextGen Digital Impact Competition 2026 organized by Monash University, Indonesia.  Being selected as one of the Top 8 finalists was a valuable opportunity to explore how technology, research, and innovation can contribute to solving real-world challenges.  Through this journey, I had the chance to develop and present an AI-driven environmental technology proposal focused on leveraging satellite imagery, IoT, autonomous systems, and predictive AI for forest monitoring and prevention.  Thank you to the organizers, mentors, judges, and fellow participants for creating an inspiring environment for young digital talents. Looking forward to continuing the journey of learning, building, and creating meaningful impact through technology. Source:  https://www.monash.edu/indonesia/news/strengthen-young-digital-talent-through-nextgen-digital-impact-competition https://www.monash.edu/indonesia/news/road-to-grand-finale-top-8-finalists-of-nextgen-digit...

Puisi Prosa: Logika Melahapku

Aku tak berani terlalu sering menoleh ke belakang.
Aku semakin yakin bahwa tempat ini adalah sebuah ladang.
Untuk jam-jam berikutnya aku tak punya keinginan untuk berbincang.
Di dalam waktu, aku meluang.

Aku juga tak bisa tidak bergerak.
Sedang melihat apakah aku?
Memikirkan berbuat sesuatu yang mengguncang dan terinjak-injak.
Logika apapun akan digunakan demi menghidupkan penyangkalan itu.

Menangani manusia yang karakternya melahap-lahap.
Juga berapi-api.
Di depan, suara manusia masih terdengar keras, menatap-natap.
Manusia itu tentu bisa bervariasi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Eksperimental: Kecanggihan

Sejauh ini cukup baik. Saya mendiskusikan gagasan. Sehingga mesin itu memanfaatkan yang terbaik. Kecanggihannya sedemikian. Perbedaan antara robot dan manusia. Seandainya manusia dapat bersabar. Mungkin bisa cangkir itu terisinya. Seluruhnya menjadikan pagar-pagar. Seluas mata. Orang yang tidak pernah mengatakan tidak saat dimintai sesuatu. Kuharapkan kami telah mencapai karimata. Mengambil sisa uang gajiku.

Puisi Deskriptif: Zirah Kulit

Dalam membentuk formasi cinta. Menguji level-level tersebut. Harga menyatakan harus berhasil menembus di atas formasinya. Cara pertama yang lebih moderat. Dalam siklus cinta tersebut terlihat. Formasi-formasi tersebut sebenarnya ghaib. Tidak boleh menembus support. Selama bab demi bab. Ini adalah keputusan universal. Diawali tatapan bulat. Pengenalan formasi tampak yang kecil. Di balik baju zirah kulit.

Mengapa Cinta Sejati Melewati Segala Alasan?

Cinta, dalam berbagai pemikiran dan perspektif, sering kali dibagi menjadi dua jenis: cinta yang belum matang dan cinta yang sudah dewasa. Cinta yang belum matang muncul dengan ungkapan, "Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu," sebuah bentuk cinta yang berpusat pada diri sendiri. Di sini, cinta dipandang sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tanpa memedulikan kebutuhan dan kebebasan orang yang dicintai. Ini adalah cinta yang penuh tuntutan dan kontrol, di mana pasangannya dianggap sebagai milik yang harus terus memenuhi ekspektasi. Sebaliknya, cinta yang dewasa menggambarkan hubungan yang lebih tulus dan mandiri, sebagaimana terungkap dalam pernyataan, "Aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu." Dalam bentuk cinta ini, seseorang menyadari bahwa kebahagiaan bukanlah hasil dari pemenuhan kebutuhan pribadi semata, tetapi berasal dari kesadaran mendalam akan cinta itu sendiri. Pasangan dihargai sebagai individu yang merdeka, dengan ruang untuk tu...

Puisi Cinta: Mabuk

Aku kalau galau, bisa mandi sambil menangis di bawah pancuran. Kamar mandi shower juga rawan hantu. Pun, kamar mandi gayung jarang penampakan. Tetapi kalau bertamu. Ada makhluk yang melakukan perkawinan. Dengan gen luar ras unggul. Manusia ingin menguji kesetiaan. Penjara atau dijadikan tanggul. Seorang pemabuk kedapatan kencing sambil berdiri di lapangan.

The Son Of Philosopher

Ini adalah kisah tentang Cicero, seorang siswa filsafat dari Yunani, yang melakukan perjalanan untuk mencari adik kandungnya yang disembunyikan oleh kelompok kriminal. Perjalanan ini tidak hanya mengarah pada penemuan sang adik, tetapi juga pada penemuan harta di dalam dirinya sendiri.

Demokrasi dan Kepemimpinan Indonesia: Kepresidenan Prabowo Subianto & Gibran Rakabuming Raka 2024-2029

Kepemimpinan di Indonesia, terutama dalam konteks pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029, mencerminkan perjalanan panjang demokrasi yang penuh tantangan. Dalam sejarah politik Indonesia, setiap suksesi kepemimpinan selalu membawa harapan baru, namun juga tidak lepas dari berbagai polemik yang menyertainya. Pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tahun ini menghadirkan berbagai pertanyaan penting terkait dinamika politik dan demokrasi di negeri ini. Di satu sisi, proses demokrasi tetap berjalan sesuai prosedur melalui pemilihan umum. Namun, di sisi lain, kontroversi seperti putusan Mahkamah Konstitusi yang mengizinkan Gibran maju sebagai calon wakil presiden meskipun usianya belum memenuhi syarat, menimbulkan pertanyaan besar tentang integritas lembaga-lembaga negara dan pengaruh kekuasaan dalam proses politik. Fenomena ini menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi demokrasi Indonesia. Ketika aturan-aturan konstitusional dapat diubah atau...

Mengapa Membeli Buku Tapi Jarang Membacanya Adalah Hal yang Wajar?

Sebagai seorang pencinta buku, saya memiliki kebiasaan yang mungkin terdengar familiar bagi banyak kutu buku lainnya: membeli buku dalam jumlah banyak, namun jarang menyelesaikannya. Kebiasaan ini sering kali melahirkan penyesalan terhadap buku-buku yang akhirnya terabaikan begitu saja, tak tersentuh oleh halaman demi halaman yang semestinya dijelajahi. Namun demikian, sebagai seseorang yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam dunia literasi, saya tidak menganggap pembelian buku secara berlebihan sebagai hal yang perlu disesali. Banyak pembaca yang saya kenal menunjukkan kecenderungan serupa, yakni membeli lebih banyak buku daripada yang mereka sempat baca. Fenomena ini tidak perlu menjadi alasan kekhawatiran, karena tampaknya hal ini merupakan sesuatu yang umum terjadi di kalangan para pencinta literasi. Bagi seorang kutu buku, buku adalah segalanya. Ia bukan hanya sekadar barang yang dibeli untuk dipajang, tetapi juga teman setia di waktu senggang, hiburan yang ...

Puisi Politik: Rasisme

Rasisme tidak akan lagi dipandang dalam bangsa. Dan cukup berarti dalam pembangunan. Jika mereka tidak dianggap sebagai laskar bersenjata. Dimana perbedaan menjadi alat predator untuk melakukan penindakan. Dengan agama. Yang dapat mendidik manusia hanya dalam hitungan surat. Ini adalah hal luar biasa. Dengan cara mendengar dan melihat. Mengundang si penjual dan si pengangkut kuli. Semua orang di kota itu merasakan hasil pendidikan tersebut. Segala sesuatunya dari: Kejahatan yang kian menyurut.

Puisi Eksperimental: Dewi

Aku menemukan harta karun. Dewi cantik tertawa lebar. Terhalusinasi hantu-hantu gurun. Dadaku sesak karena sangkar. Pedang iblis menembus kelam. Satu hilir semua hilir. Melewati cakrawala malam. Sungai-sungai darah mengalir. Dimanakah diriku berada? Semua jatuh layu di bawah tengkuk. Untuk menggali lebih dalam tentang sejarah dunia. Semuanya dibekuk.