Langsung ke konten utama

Grand Finale: Top 8 Finalists of NextGen Digital Impact Competition 2026 by Monash University, Indonesia

Grateful to be part of the NextGen Digital Impact Competition 2026 organized by Monash University, Indonesia.  Being selected as one of the Top 8 finalists was a valuable opportunity to explore how technology, research, and innovation can contribute to solving real-world challenges.  Through this journey, I had the chance to develop and present an AI-driven environmental technology proposal focused on leveraging satellite imagery, IoT, autonomous systems, and predictive AI for forest monitoring and prevention.  Thank you to the organizers, mentors, judges, and fellow participants for creating an inspiring environment for young digital talents. Looking forward to continuing the journey of learning, building, and creating meaningful impact through technology. Source:  https://www.monash.edu/indonesia/news/strengthen-young-digital-talent-through-nextgen-digital-impact-competition https://www.monash.edu/indonesia/news/road-to-grand-finale-top-8-finalists-of-nextgen-digit...

Bagaimana Cara Tetap Termotivasi Saat Semangat Anda Memudar?


Terkadang, kita merasa sangat semangat ketika menemukan hal baru, seperti ketika pertama kali bertemu dengan aplikasi Memrise. Awalnya, aplikasi ini begitu menarik. Kita merasa senang bisa belajar bahasa baru, seperti Jerman, Prancis, dan Jepang. Kosakata baru yang didapat setiap hari membuat kita merasa puas dan percaya diri. Di awal, kita merasa seolah-olah bisa menguasai bahasa dengan cepat, mungkin bahkan seakan kita sudah setara dengan penutur asli. Namun, seiring berjalannya waktu, rasa semangat itu mulai pudar. Setelah seminggu, kita mulai merasa bosan, dan hanya membuka aplikasi tersebut untuk sekedar menambah poin harian. Lama kelamaan, rasa bosan semakin mendalam dan kita mulai merasa kosakata yang kita pelajari tidak terlalu bermanfaat lagi. Mengapa hal ini terjadi? Salah satunya mungkin karena efek Dunning-Kruger.


Pada tahap pertama, kita merasa percaya diri yang tinggi karena baru mulai belajar sesuatu yang baru dan merasa ilmu yang kita peroleh sangat bermanfaat. Namun, setelah beberapa waktu, kita menyadari bahwa apa yang kita pelajari sebenarnya masih sangat dasar. Rasa percaya diri kita mulai menurun, dan kita merasa bingung dengan seberapa jauh kita bisa melangkah. Banyak orang akhirnya menyerah di tahap ini dan mencari hal baru yang tampak lebih menjanjikan. Namun, begitu mereka mencoba hal baru, perasaan bosan dan kebosanan akan muncul lagi, menciptakan siklus yang tak ada habisnya.


Dopamin, yang awalnya memberi kita rasa senang dan puas, mulai menurun seiring waktu. Perasaan bosan muncul, dan itu menjadi tantangan besar. Kita mulai merasa bahwa hal-hal yang dulunya menarik kini menjadi monoton dan membosankan. Namun, jika kita terus berusaha untuk mengabaikan rasa bosan ini dan tetap fokus, kita akan menemukan kembali semangat dan motivasi yang hilang. Ketika kita bisa melewati masa-masa sulit ini, kita akan masuk ke tahap ketiga—di mana kita benar-benar mengapresiasi apa yang telah kita pelajari, bukan hanya sekedar mengejar target atau poin harian. Kosakata yang kita pelajari mulai terasa lebih berguna dan memberi kita kepuasan yang lebih dalam.


Baca juga: Jarang Bicara, Apakah Tanda Kurang Cerdas?


Begitu juga dengan impian kita dalam hidup. Impian-impian besar yang kita kejar sering kali terasa mustahil dan sulit dicapai. Terkadang, meski kita sudah berusaha keras, kita merasa belum mendapatkan hasil yang diinginkan. Mungkin kita merasa kesulitan, seperti saat belajar bahasa baru yang awalnya menyenangkan tapi akhirnya terasa membosankan. Tapi jika kita berhenti hanya karena rasa malas atau ketidaknyamanan, mungkin impian itu sebenarnya tidak cukup penting bagi kita. Saya sering merasa begitu, bahkan setelah menghilangkan rasa malas, saya masih merasa jalan menuju impian begitu panjang dan sulit. Mungkin saya melupakan satu hal penting dalam perjalanan ini: bahwa saya berusaha sendirian, seolah bisa mengatasi segalanya tanpa pertolongan yang lebih besar. Padahal, ada banyak cara yang bisa kita coba jika kita benar-benar menginginkan sesuatu.


Sering kali kita merasa cemburu dengan apa yang orang lain miliki atau kejar. Sebaik apapun impian itu, tetap saja tidak ada yang lebih besar dari kekuatan dan ketekunan yang kita butuhkan untuk terus maju. Namun, jika rasa malas mulai menghambat kita, itu bukan masalah impian itu sendiri, melainkan seberapa penting impian tersebut bagi kita. Jika kita benar-benar menginginkannya, kita pasti akan menemukan cara untuk mengatasi rasa malas dan tantangan lainnya. Tetapi jika kita terhenti hanya karena malas, mungkin itu artinya impian tersebut hanya sebatas angan-angan yang tidak pernah kita prioritaskan.


Ketika kita merasa terhenti atau malas, kita harus ingat bahwa impian besar memerlukan kesabaran dan usaha yang konsisten. Jangan biarkan gravitasi rasa malas menarik kita terlalu lama ke zona nyaman, karena jika kita terus berjuang, kita akan mulai melihat hasilnya. Fokuslah pada apa yang benar-benar penting, dan biarkan setiap langkah kecil mendekatkan kita pada impian yang kita inginkan. Jadi, mari kita belajar untuk lebih fokus, mengutamakan yang lebih penting dalam setiap impian yang kita kejar, dan menemukan kedamaian dalam perjalanan hidup kita yang penuh tantangan ini.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Deskriptif: Zirah Kulit

Dalam membentuk formasi cinta. Menguji level-level tersebut. Harga menyatakan harus berhasil menembus di atas formasinya. Cara pertama yang lebih moderat. Dalam siklus cinta tersebut terlihat. Formasi-formasi tersebut sebenarnya ghaib. Tidak boleh menembus support. Selama bab demi bab. Ini adalah keputusan universal. Diawali tatapan bulat. Pengenalan formasi tampak yang kecil. Di balik baju zirah kulit.

Puisi Eksperimental: Kecanggihan

Sejauh ini cukup baik. Saya mendiskusikan gagasan. Sehingga mesin itu memanfaatkan yang terbaik. Kecanggihannya sedemikian. Perbedaan antara robot dan manusia. Seandainya manusia dapat bersabar. Mungkin bisa cangkir itu terisinya. Seluruhnya menjadikan pagar-pagar. Seluas mata. Orang yang tidak pernah mengatakan tidak saat dimintai sesuatu. Kuharapkan kami telah mencapai karimata. Mengambil sisa uang gajiku.

Mengapa Cinta Sejati Melewati Segala Alasan?

Cinta, dalam berbagai pemikiran dan perspektif, sering kali dibagi menjadi dua jenis: cinta yang belum matang dan cinta yang sudah dewasa. Cinta yang belum matang muncul dengan ungkapan, "Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu," sebuah bentuk cinta yang berpusat pada diri sendiri. Di sini, cinta dipandang sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tanpa memedulikan kebutuhan dan kebebasan orang yang dicintai. Ini adalah cinta yang penuh tuntutan dan kontrol, di mana pasangannya dianggap sebagai milik yang harus terus memenuhi ekspektasi. Sebaliknya, cinta yang dewasa menggambarkan hubungan yang lebih tulus dan mandiri, sebagaimana terungkap dalam pernyataan, "Aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu." Dalam bentuk cinta ini, seseorang menyadari bahwa kebahagiaan bukanlah hasil dari pemenuhan kebutuhan pribadi semata, tetapi berasal dari kesadaran mendalam akan cinta itu sendiri. Pasangan dihargai sebagai individu yang merdeka, dengan ruang untuk tu...

Puisi Cinta: Mabuk

Aku kalau galau, bisa mandi sambil menangis di bawah pancuran. Kamar mandi shower juga rawan hantu. Pun, kamar mandi gayung jarang penampakan. Tetapi kalau bertamu. Ada makhluk yang melakukan perkawinan. Dengan gen luar ras unggul. Manusia ingin menguji kesetiaan. Penjara atau dijadikan tanggul. Seorang pemabuk kedapatan kencing sambil berdiri di lapangan.

Puisi Filosofis: Antara Akal dan Logika

Akal dan berdasarkan fakta mungkin diabaikan. Bergantung pada apakah mempercayai logika atau tidak. Ketidakstabilan tanpa mempertimbangkan. Akal merupakan pertarungan kehendak: Negosiasi adalah proses tawar-menawar terus menerus hingga mencapai kesepakatan. Dengan menunjukkan kemampuan yang terbaik. Penawaran, akan mengalah demi segera mendapat jawaban. Berbeda seratus delapan puluh derajat. Sedang logika, itu menyalahi hukum penawaran. Pertimbangkan dengan baik apakah cara ini diperlukan atau tidak.

The Son Of Philosopher

Ini adalah kisah tentang Cicero, seorang siswa filsafat dari Yunani, yang melakukan perjalanan untuk mencari adik kandungnya yang disembunyikan oleh kelompok kriminal. Perjalanan ini tidak hanya mengarah pada penemuan sang adik, tetapi juga pada penemuan harta di dalam dirinya sendiri.

Puisi Eksperimental: Dewi

Aku menemukan harta karun. Dewi cantik tertawa lebar. Terhalusinasi hantu-hantu gurun. Dadaku sesak karena sangkar. Pedang iblis menembus kelam. Satu hilir semua hilir. Melewati cakrawala malam. Sungai-sungai darah mengalir. Dimanakah diriku berada? Semua jatuh layu di bawah tengkuk. Untuk menggali lebih dalam tentang sejarah dunia. Semuanya dibekuk.

Privacy Policy (Kebijakan Privasi)

Privacy Policy (Kebijakan Privasi) We value your privacy at alfinohatta.blogspot.com . This policy explains how we collect and use your information. Information Collected : We may collect data like name and email voluntarily provided by visitors. Data Use : Information is used to improve services and respond to inquiries. Cookies : The site may use cookies for analytics. You may decline cookies, though it may affect site functionality. External Links : We are not responsible for the privacy practices of linked sites.