Grateful to be part of the NextGen Digital Impact Competition 2026 organized by Monash University, Indonesia. Being selected as one of the Top 8 finalists was a valuable opportunity to explore how technology, research, and innovation can contribute to solving real-world challenges. Through this journey, I had the chance to develop and present an AI-driven environmental technology proposal focused on leveraging satellite imagery, IoT, autonomous systems, and predictive AI for forest monitoring and prevention. Thank you to the organizers, mentors, judges, and fellow participants for creating an inspiring environment for young digital talents. Looking forward to continuing the journey of learning, building, and creating meaningful impact through technology. Source: https://www.monash.edu/indonesia/news/strengthen-young-digital-talent-through-nextgen-digital-impact-competition https://www.monash.edu/indonesia/news/road-to-grand-finale-top-8-finalists-of-nextgen-digit...
Kemudian datang surat kekasih yang bercap Washington:
Pembawa surat membawakan aku ke surat yang sudah aku kenal itu.
Sayang, Ramadhan, namanya juga menemaniku di studio.
Surat yang bercap Washington adalah yang paling terkenal saat itu.
Rasanya lama sekali, keinginan untuk bertemu belum kesampaian.
Ramadhan menjawab dengan surat pula.
Kehidupan berjalan terus tanpa Ramadhan.
Memang kekuatiran dan ketidaksehatian terhadap keinginan itu sudah berhasil bikin redup tuan-tuan anggota tubuh punya.
Aku buka surat.
Kemarin ia telah memberi surat berisi gaji.
Perempuan cantik. Tebal kulit.
Ya ampun, aku tidak yakin bagaimana harus menjawab. Hatiku telah dimasuki.
Hari ini umurku empat puluh.
Sudah dua puluh tahun tahun aku berhenti memercayai cerita ayah.
Ayah sibuk mengoceh betapa akbarnya kejahatan itu.
Dan aku benar. Cinta yang mengejutkan dataran hati enam bulan terakhir berhasil menaklukkanku.
Komentar
Posting Komentar