Grateful to be part of the NextGen Digital Impact Competition 2026 organized by Monash University, Indonesia. Being selected as one of the Top 8 finalists was a valuable opportunity to explore how technology, research, and innovation can contribute to solving real-world challenges. Through this journey, I had the chance to develop and present an AI-driven environmental technology proposal focused on leveraging satellite imagery, IoT, autonomous systems, and predictive AI for forest monitoring and prevention. Thank you to the organizers, mentors, judges, and fellow participants for creating an inspiring environment for young digital talents. Looking forward to continuing the journey of learning, building, and creating meaningful impact through technology. Source: https://www.monash.edu/indonesia/news/strengthen-young-digital-talent-through-nextgen-digital-impact-competition https://www.monash.edu/indonesia/news/road-to-grand-finale-top-8-finalists-of-nextgen-digit...
Sang senator tengah melantunkan pidatonya.
Sanggahannya seperti mutlak.
Sulit ditembus panah api meski apinya membara.
Segala berjalan sesuai rencana yang layak.
Musuhnya itu meliuk-liuk pidato seperti dedemit dimarahi raja hantu saja.
Tak membuang tempo.
Segera dia keluarkan segenap daya suara yang dimiliki secara habis-habisan untuk mengakhirinya.
Meski terkadang teknik ini dianggap kuno.
Tapi aku tak tahan di kandang mendidih berbau busuk ini.
Mata anak kecil berkaca-kaca, melihat senator berjual-beli serangan.
Mereka sedang memunggungi.
Suara mereka mengisi ruangan.
Mereka mencatat itu dalam bukunya.
Debat yang menohok itu sangat membuat aku tidak nyaman.
Karena aku itu tak mengerti pidatonya.
Pernyataan anak berumur 5 tahun.
Komentar
Posting Komentar