Langsung ke konten utama

Grand Finale: Top 8 Finalists of NextGen Digital Impact Competition 2026 by Monash University, Indonesia

Grateful to be part of the NextGen Digital Impact Competition 2026 organized by Monash University, Indonesia.  Being selected as one of the Top 8 finalists was a valuable opportunity to explore how technology, research, and innovation can contribute to solving real-world challenges.  Through this journey, I had the chance to develop and present an AI-driven environmental technology proposal focused on leveraging satellite imagery, IoT, autonomous systems, and predictive AI for forest monitoring and prevention.  Thank you to the organizers, mentors, judges, and fellow participants for creating an inspiring environment for young digital talents. Looking forward to continuing the journey of learning, building, and creating meaningful impact through technology. Source:  https://www.monash.edu/indonesia/news/strengthen-young-digital-talent-through-nextgen-digital-impact-competition https://www.monash.edu/indonesia/news/road-to-grand-finale-top-8-finalists-of-nextgen-digit...

Saat Waktu Menghadirkan Rasa Tidak Percaya Diri


Terkadang, perasaan tidak percaya diri adalah sesuatu yang sulit dihindari. Kita semua pernah mengalaminya, terutama ketika berbicara tentang penampilan atau perjalanan waktu yang tak terelakkan. Usia membawa perubahan yang mungkin membuat kita merenung lebih dalam tentang diri kita sendiri. Sebagai contoh, saya sering kali teringat pada ibu saya. Dulu, ketika saya masih kecil, ibu penuh energi, tampak segar, dan sangat kuat. Salah satu kesukaannya adalah bermain bulu tangkis. Namun, sekarang di usianya yang ke-55, dengan kondisi kesehatan yang tak lagi sama, hal-hal seperti itu telah menjadi bagian dari masa lalu.

Saya ingat bagaimana ibu selalu hadir dalam hidup saya. Dia akan menjemput dan mengantar saya ke sekolah, selalu dengan senyuman dan semangat yang tak pernah surut. Namun, waktu terus berjalan, dan perubahan perlahan mengukir tubuh dan wajahnya. Ini membuat saya berpikir, "Suatu hari nanti, saya juga akan melalui fase ini." Ada saat-saat di mana saya merasa tidak rela menerima kenyataan bahwa kecantikan dan kekuatan fisik kita akan memudar. Tapi apa yang bisa kita lakukan? Waktu tak pernah berhenti. Setelah menyaksikan beberapa video tentang topik penuaan, saya pun sadar bahwa bukan hanya saya yang merasakan hal ini.

Banyak dari kita, di luar sana, yang menahan perasaan serupa. Kita takut membicarakannya karena khawatir dianggap terlalu memikirkan hal-hal yang sepele. Tetapi, ini bukan hal kecil. Ini adalah kenyataan yang harus kita hadapi. Penuaan adalah bagian dari kehidupan yang tak terelakkan, dan pada akhirnya, kita semua akan berada pada titik itu. Yang paling penting adalah bagaimana kita menerima perubahan tersebut dan tetap menikmati hidup dengan segala yang berubah di dalam diri kita.

Ketidakpercayaan diri, atau insecure, adalah musuh yang sangat halus. Ia menyusup tanpa kita sadari, seperti bayangan yang selalu mengikuti kita ke mana pun kita pergi. Tak peduli seberapa baik hidup kita terlihat dari luar, rasa insecure itu tetap bisa hadir dan mengganggu. Mengapa bisa begitu? Karena kita manusia, dan kita cenderung lebih memperhatikan kekurangan diri sendiri daripada kelebihan yang kita miliki. Rasa insecure bisa datang dari mana saja---dari dalam diri, dari komentar orang lain, dari media sosial, atau bahkan dari ekspektasi yang kita buat sendiri.

Jika dibiarkan, rasa insecure bisa merusak hubungan kita dengan orang lain. Hubungan dengan teman, keluarga, atau bahkan pasangan bisa terpengaruh. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali perasaan ini ketika ia muncul, dan belajar bagaimana menghadapinya dengan bijak. Tidak mudah, memang, tetapi sangat mungkin dilakukan.

Saya sendiri pernah berada di titik di mana rasa percaya diri saya sangat rendah. Namun, saya beruntung memiliki sahabat-sahabat yang sangat mendukung. Kami sering duduk bersama, berbagi cerita, memberikan saran, dan membantu satu sama lain untuk membangun kembali kepercayaan diri yang hilang. Bukan hanya soal insecure, tetapi juga soal hal-hal lainnya seperti bagaimana berbicara dengan meyakinkan, bagaimana memengaruhi orang lain, hingga soal mengembangkan karier. Memiliki lingkaran pertemanan yang saling mendukung adalah salah satu hal terbaik yang bisa kita miliki dalam hidup.

Ada satu hal lagi yang perlu kita ingat: jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain. Apa yang orang lain miliki, yang mungkin terlihat sempurna di mata kita, belum tentu tepat untuk kita. Setiap individu memiliki perjalanan hidup, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing. Tugas kita adalah menemukan apa yang membuat kita unik dan fokus pada hal itu. 

Jadi, mulai sekarang, mari kita berusaha lebih keras untuk menerima diri kita apa adanya. Jangan terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain, karena pada akhirnya, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa berdamai dengan diri kita sendiri. Kebahagiaan sejati datang dari menerima diri kita, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Ekspresionis: Sebungkus!

Begitu mengerikan. Bungkusan daun pisang terikat tali. Di bawah pepohonan. Dia adalah semangkok nasi. Bungkusan daun pisang yang terikat tali. Bukan hanya mengenakkan masakan. Kombinasi antara unsur praktis dan alami ini. Apa sebutannya kalau bukan kelezatan? Sekarang tidak ada lagi soal pencemaran. Lebih aman rasanya. Ini sedang kusiratkan. Sampah alami mudah terurai dimana-mana. Jadi, itulah yang diakibatkan. Bumi yang segar dan indah. Jika kalian mengizinkan. Menyantap sebungkus nasi beralaskan daun pisang dengan sambal matah.

Privacy Policy (Kebijakan Privasi)

Privacy Policy (Kebijakan Privasi) We value your privacy at alfinohatta.blogspot.com . This policy explains how we collect and use your information. Information Collected : We may collect data like name and email voluntarily provided by visitors. Data Use : Information is used to improve services and respond to inquiries. Cookies : The site may use cookies for analytics. You may decline cookies, though it may affect site functionality. External Links : We are not responsible for the privacy practices of linked sites.

Catatan Jalaludin Rumi

Seperti yang dicatat oleh Jalaludin Rumi, cinta sejati melibatkan pengorbanan tanpa batas dan penerimaan tanpa syarat. Pada akhirnya, cinta adalah keputusan untuk terus mencintai bahkan ketika alasan-alasan tersebut memudar. Peluklah cinta yang tulus, biarkan ia mengalir dengan bebas.

The Autobiography of Alfino Hatta

Alfino Hatta. Aku dilahirkan di sebuah kota Depok yang indah, di bawah naungan rahmat-rahmat Tuhan semesta alam. Sejak kecil, Alfino sangat senang menulis hingga menciptakan beragam cerita pendek, novel, puisi, menulis artikel untuk majalah, dan kini sedang merambah dunia skenario film. Leonardo da Vinci kedua dalam hidupku, yang mengenalkanku pada diriku sendiri, memikirkan berbagai keilmuannya, adalah para guru dan teman-teman ini: teman terbaik, guru tanpa tanda jasa. Sang ibu dari waktu, penasihat segala.

Puisi Ekspresionis: Jam Pagi

Kami bertemu. Menjadi kekuatan besar di sebuah wilayah. Aku ingin bertemu adikku. Berkurang-kurangnya wajah. Sebuah pesan dari jalur aman. Siapa yang tahu. Sambil merendahkan. Jaga sikap dan perilaku. Wajah sangar memberitahu. Terdapat banyak mata yang berlatih. Masuk ke markas keluar tidak ada biru. Tak cukup rimbun lampu putih.

Puisi Ekspresionis: Isolasi Sempurna

Secercah rasa bergumul di hati. Paradoks ketiga. Permasalahannya dekat dengan realitas keseharian kami. Aku hanya duduk di kursi berbentuk gurita. Bukti-bukti mulai menumpuk. Isolasi sempurna. Masing-masing bersenjatakan sepucuk. Setelah perang dunia kedua. Angin bertiup. Terbuka oleh sesuatu. Setelah sebuah kesalahan cukup. Mengenakan celana panjang flanel berlipit berwarna kelabu.

Puisi Ekspresionis: Mendengar

Seandainya aku menjadi hidup lagi. Menjaring manusia supaya tak sampai keluar sasaran. Jalan-jalan sunyi menjadi sepi. Sentuhan pada pertolongan. Pintu besar itu belum terbuka. Meringkuk di neraka sepanjang hari sambil bermimpi indah. Pertarungan pertama. Masih dikenakan tahanan rumah. Supaya dapat jatuh ke tangan. Berlari sepanjang dunia sembari berteriak. Menyingkirkan. Orang yang congkak.

Indomie: Simplicity, Delight, and Enduring Love

sumber gambar: detik.com Indomie enthusiasts are often conservative in their approach, savoring it just as it's meant to be—following the recommended method to the letter. If there are any variations, they are usually minor adaptations to local tastes, such as adding bird's eye chili, a boiled egg, or a splash of chili sauce. At its core, the love for Indomie is rooted in its authentic simplicity. No one would ever question the deliciousness of a bowl of Indomie. Whether prepared by a seasoned cook or a novice, the taste remains consistently delightful. From the very first bowl to the millionth, the essence of Indomie’s flavor never wavers. It is a dish that anyone can master quickly and easily, without the need for formal schooling or specialized training. As long as there is a desire to stir the powdered seasoning and sprinkle the fried shallots, anyone is capable of bringing joy to the taste buds of Indomie devotees. Indomie is indeed generous; a bowl of Indomie ...

Mengapa Orang yang Tampak Selalu Ceria Merasa Sangat Tertekan?

Sering kali, kita menemui individu yang tampak selalu ceria dan pandai melawak, seolah-olah hidup mereka dipenuhi kebahagiaan tanpa henti. Namun, di balik keceriaan tersebut, mungkin tersembunyi rasa sakit yang tidak terlihat. Salah satu contoh paling mencolok dari fenomena ini adalah mendiang Robin Williams. Sebagai seorang aktor dan komedian, Williams dikenal dengan kemampuannya menciptakan tawa dan mencairkan suasana, seakan tawa adalah bagian tak terpisahkan dari dirinya. Di hadapan publik, ia senantiasa tampil sebagai sosok yang humoris dan penuh energi. Namun, di balik persona komedian ini, Williams menyembunyikan perjuangan berat melawan depresi. Meskipun di akhir hidupnya ia juga menghadapi penyakit Parkinson, depresi yang ia alami menjadi faktor signifikan yang mendorong keputusan tragis untuk mengakhiri hidupnya. Kisah ini mencerminkan sebuah ironi mendalam. Orang-orang yang dikenal humoris sering kali dianggap kebal terhadap kesedihan. Masyarakat cenderung tidak ...

Demokrasi dan Kepemimpinan Indonesia: Kepresidenan Prabowo Subianto & Gibran Rakabuming Raka 2024-2029

Kepemimpinan di Indonesia, terutama dalam konteks pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029, mencerminkan perjalanan panjang demokrasi yang penuh tantangan. Dalam sejarah politik Indonesia, setiap suksesi kepemimpinan selalu membawa harapan baru, namun juga tidak lepas dari berbagai polemik yang menyertainya. Pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tahun ini menghadirkan berbagai pertanyaan penting terkait dinamika politik dan demokrasi di negeri ini. Di satu sisi, proses demokrasi tetap berjalan sesuai prosedur melalui pemilihan umum. Namun, di sisi lain, kontroversi seperti putusan Mahkamah Konstitusi yang mengizinkan Gibran maju sebagai calon wakil presiden meskipun usianya belum memenuhi syarat, menimbulkan pertanyaan besar tentang integritas lembaga-lembaga negara dan pengaruh kekuasaan dalam proses politik. Fenomena ini menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi demokrasi Indonesia. Ketika aturan-aturan konstitusional dapat diubah atau...