Grateful to be part of the NextGen Digital Impact Competition 2026 organized by Monash University, Indonesia. Being selected as one of the Top 8 finalists was a valuable opportunity to explore how technology, research, and innovation can contribute to solving real-world challenges. Through this journey, I had the chance to develop and present an AI-driven environmental technology proposal focused on leveraging satellite imagery, IoT, autonomous systems, and predictive AI for forest monitoring and prevention. Thank you to the organizers, mentors, judges, and fellow participants for creating an inspiring environment for young digital talents. Looking forward to continuing the journey of learning, building, and creating meaningful impact through technology. Source: https://www.monash.edu/indonesia/news/strengthen-young-digital-talent-through-nextgen-digital-impact-competition https://www.monash.edu/indonesia/news/road-to-grand-finale-top-8-finalists-of-nextgen-digit...
Relativitas Waktu dalam Kehidupan Sehari-hari
Konsep bahwa waktu bisa terasa cepat atau lambat sebenarnya sudah lama diungkapkan oleh ilmuwan besar, Albert Einstein, pada awal abad ke-20. Einstein tidak melihat ruang dan waktu sebagai sesuatu yang tetap, melainkan sebagai fenomena yang fleksibel, relatif, dan dinamis—seperti semua proses lain di alam semesta. Menurut Michael Turner, Direktur Institut Kavli untuk Fisika Kosmologis, pemahaman ini adalah inti dari relativitas.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa merasakannya juga. Pernah merasakan betapa cepat waktu berlalu saat kamu kencan dengan si dia? Satu jam bisa terasa seperti lima menit. Tapi sebaliknya, coba duduk dalam rapat panjang dengan bos yang cerewet, waktu berjalan lambat seperti siput.
Ini sebabnya banyak dari kita merasa menunggu tanggal libur terasa jauh lebih lama dibanding saat uang gajian terkuras untuk membayar tagihan. Karena pengalaman emosional kita mempengaruhi persepsi waktu—kita selalu berharap hal-hal menyenangkan berlangsung lebih lama, dan hal-hal membosankan cepat berlalu.
Jadi, tak heran jika setelah dewasa, waktu terasa lebih cepat. Kita sudah terbiasa dengan rutinitas, kita tahu apa yang akan terjadi, sehingga otak kita bekerja dalam mode autopilot. Namun, saat kita berada di situasi baru, seperti hari pertama di pekerjaan baru, segalanya terasa lambat karena kita harus belajar banyak hal, memproses informasi baru, dan mencoba menyesuaikan diri. Waktu, seperti Einstein katakan, relatif—tergantung pada apa yang sedang kita alami.
Komentar
Posting Komentar