Grateful to be part of the NextGen Digital Impact Competition 2026 organized by Monash University, Indonesia. Being selected as one of the Top 8 finalists was a valuable opportunity to explore how technology, research, and innovation can contribute to solving real-world challenges. Through this journey, I had the chance to develop and present an AI-driven environmental technology proposal focused on leveraging satellite imagery, IoT, autonomous systems, and predictive AI for forest monitoring and prevention. Thank you to the organizers, mentors, judges, and fellow participants for creating an inspiring environment for young digital talents. Looking forward to continuing the journey of learning, building, and creating meaningful impact through technology. Source: https://www.monash.edu/indonesia/news/strengthen-young-digital-talent-through-nextgen-digital-impact-competition https://www.monash.edu/indonesia/news/road-to-grand-finale-top-8-finalists-of-nextgen-digit...
Apakah Banyak Psikolog Mengalami Gangguan Mental? Mitos atau Fakta?
Permasalahan kesehatan mental di kalangan psikolog terapan ternyata cukup umum, namun sering kali diabaikan. Hal ini mungkin disebabkan oleh anggapan bahwa topik ini masih tabu untuk dibahas secara terbuka dalam profesi tersebut.
Namun, menurut studi yang dilakukan oleh Sarah E. Victor dan timnya, kita perlu mulai menaruh perhatian yang lebih serius terhadap isu ini. Penelitian mereka menunjukkan bahwa sejumlah besar staf pengajar, mahasiswa pascasarjana, serta individu yang terlibat dalam program doktoral, magang psikologi klinis, konseling, dan pendidikan, mengalami tantangan kesehatan mental yang serius.
Dari 1.692 responden yang diteliti, lebih dari 80% mengaku pernah mengalami masalah kesehatan mental, dan hampir setengah dari mereka telah didiagnosis dengan gangguan mental. Masalah yang paling umum adalah depresi, gangguan kecemasan umum, serta pikiran atau perilaku bunuh diri.
Hal yang mengejutkan adalah mereka yang telah didiagnosis dengan gangguan mental cenderung menghadapi masalah yang lebih spesifik dan mengalami kesulitan yang berkelanjutan dibandingkan dengan mereka yang belum didiagnosis. Mahasiswa, khususnya, lebih rentan mengalami masalah mental yang berkepanjangan dibandingkan dengan staf pengajar.
Kondisi ini sangat memprihatinkan. Tingkat gangguan mental di kalangan staf dan mahasiswa psikologi ternyata sama atau bahkan lebih tinggi daripada populasi umum. Hal ini menjadi pengingat bahwa mereka yang bekerja untuk membantu orang lain juga membutuhkan perhatian serius terkait kesehatan mental mereka sendiri. Oleh karena itu, perlu ada keterbukaan dan dukungan lebih besar bagi para profesional di bidang ini.
Penelitian ini dengan jelas menunjukkan bahwa isu kesehatan mental di kalangan psikolog terapan harus mendapatkan perhatian yang lebih besar.
Komentar
Posting Komentar