Langsung ke konten utama

Grand Finale: Top 8 Finalists of NextGen Digital Impact Competition 2026 by Monash University, Indonesia

Grateful to be part of the NextGen Digital Impact Competition 2026 organized by Monash University, Indonesia.  Being selected as one of the Top 8 finalists was a valuable opportunity to explore how technology, research, and innovation can contribute to solving real-world challenges.  Through this journey, I had the chance to develop and present an AI-driven environmental technology proposal focused on leveraging satellite imagery, IoT, autonomous systems, and predictive AI for forest monitoring and prevention.  Thank you to the organizers, mentors, judges, and fellow participants for creating an inspiring environment for young digital talents. Looking forward to continuing the journey of learning, building, and creating meaningful impact through technology. Source:  https://www.monash.edu/indonesia/news/strengthen-young-digital-talent-through-nextgen-digital-impact-competition https://www.monash.edu/indonesia/news/road-to-grand-finale-top-8-finalists-of-nextgen-digit...

Manusia dan Pengaruh Lingkungan terhadap Perilaku


Sering kali, respons kita terhadap orang lain dipengaruhi oleh bagaimana mereka memperlakukan kita. Ketika kita berhadapan dengan seseorang yang sangat baik, secara otomatis kita merasa terdorong untuk membalas kebaikan itu. Entah secara langsung atau tidak langsung, kita merasa perlu menyesuaikan sikap kita dengan perlakuan baik tersebut.

Namun, sebaliknya, jika orang lain tidak bersikap baik kepada kita, sering kali kita juga cenderung merespons dengan sikap yang serupa. Hal ini menunjukkan betapa hati manusia mudah terpengaruh oleh faktor eksternal, terutama bagaimana orang di sekitar memperlakukan kita. Bahkan ketika perubahan hati itu timbul dari diri kita sendiri, sering kali keputusan untuk berubah juga dipicu oleh pengaruh orang lain.

Sebagai contoh, kita bisa melihat bagaimana manusia, sebagai makhluk berakal budi, secara tidak sadar sudah memiliki kemampuan untuk merasakan dan menilai perasaan orang lain. Sejak kecil, kita diajarkan untuk berbuat baik, seperti melalui nasihat sederhana "jangan mencuri" atau "mencuri itu dosa". Pesan-pesan moral semacam ini membentuk perilaku kita, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Saya ingat ketika kecil, saya merasa heran melihat teman saya yang sering melempari anjing dan mengolok-olok hewan tersebut yang kebetulan sering lewat di depan rumah. Ayah saya selalu mendidik saya untuk tidak menyiksa hewan, bahkan sekecil serangga sekalipun. Mungkin teman-teman saya tidak mendapat pendidikan yang sama, sehingga mereka melihat anjing sebagai sesuatu yang najis.

Namun, ketika mereka dewasa, banyak dari mereka yang mulai menyukai anjing dan bahkan menyesal atas perilaku mereka di masa kecil. Ini menunjukkan bahwa perilaku manusia, termasuk menolak atau menerima suatu bentuk kejahatan, sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan orang-orang terdekat. Setiap budaya memiliki pandangan yang berbeda tentang apa yang dianggap kejahatan. Sebagai contoh, di Indonesia, aborsi dianggap sebagai kejahatan, sementara di beberapa negara lain, hal tersebut tidak selalu dianggap demikian.

Pasangan

Dalam kehidupan, pasangan bisa menjadi salah satu faktor besar yang mempengaruhi kebahagiaan seseorang. Namun, ada berbagai alasan mengapa hubungan dengan pasangan bisa berakhir. Mungkin dia memilih untuk pergi dengan orang lain, atau mungkin Tuhan memutuskan untuk mengambilnya duluan. Ketidakpastian ini membuat kita harus selalu siap menghadapi kemungkinan kehilangan. Pasangan, yang pada awalnya menjadi tempat kita berbagi kebahagiaan dan kesedihan, bisa saja suatu hari tidak lagi ada di sisi kita.

Ekonomi

Kondisi ekonomi juga memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang. Ketika kita tiba-tiba kehilangan semua sumber pendapatan dan tidak memiliki uang sepeser pun, kekhawatiran besar akan muncul, terutama tentang bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makanan. Ketiadaan uang dapat membuat seseorang merasa tertekan, karena kehidupan modern sangat bergantung pada kemampuan finansial untuk memenuhi kebutuhan dasar. Ketika kita tidak tahu apa yang akan kita makan esok hari, rasa cemas dan putus asa akan mudah muncul.

Cinta

Cinta adalah perasaan yang sangat kompleks dan bisa menjadi sumber kebahagiaan yang luar biasa, tetapi juga bisa menjadi sumber kesakitan. Ketika kita mencintai seseorang, kita berharap perasaan itu akan dihargai dan dibalas. Namun, sering kali cinta itu tidak terbalas, dan kita merasa tidak dihargai. Hal ini bisa menimbulkan rasa sakit yang mendalam, karena kita telah memberikan hati dan perasaan kita kepada seseorang, tetapi mereka tidak merespons dengan cara yang sama.

Depresi

Depresi sering kali adalah hasil dari pengalaman masa lalu yang terus muncul dalam pikiran seperti rekaman yang diputar berulang-ulang. Trauma masa kecil, pengalaman dibully, atau kejadian-kejadian menyakitkan lainnya bisa terus menghantui seseorang. Meski waktu telah berlalu, ingatan-ingatan ini muncul tanpa diduga, seperti potongan-potongan film yang menghancurkan ketenangan pikiran. Depresi bukanlah sesuatu yang mudah diatasi, karena ia sering kali berakar dari luka yang sangat dalam.

Lingkungan

Lingkungan tempat kita tinggal juga mempengaruhi perilaku dan cara pandang kita terhadap dunia. Jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang tidak baik, secara tidak langsung perilaku mereka bisa mempengaruhi kita. Lingkungan yang penuh dengan kejahatan atau orang-orang yang tidak peduli pada nilai-nilai moral bisa membuat seseorang terjebak dalam pola pikir yang negatif. Sebaliknya, lingkungan yang sehat dan positif bisa membantu kita menjadi individu yang lebih baik.

Penutup

Menurut saya, manusia pada dasarnya selalu menginginkan yang terbaik bagi dirinya sendiri. Kita semua ingin hidup yang bahagia, dengan kebutuhan dasar seperti makan dan minum yang tercukupi, pakaian yang bagus, atau barang-barang yang bisa membuat kita merasa senang. Tidak ada manusia yang ingin hidup dalam penderitaan, dan itulah mengapa banyak orang berusaha mencari cara untuk membuat hidup mereka lebih baik, baik dengan cara yang halal maupun tidak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Eksperimental: Teknologi

Bukan tak ada risiko. Yang tersimpan dalam botol jin. Dengan ilmu tekno. Orang yang sudah membikin mesin. Itu adalah kemunafikan semata. Menjeratku agar aku mau menjadi orang yang kuno. Mencari bola yang seharusnya ada. Di warung­-warung dan toko­-toko. Aku bilang tinggalkan aku sendiri. Tanda keseriusan keadaan. Terperangkap di dalam galeri. Lantang tentang keberhasilan.

Kematian: Ya Udah, Santai Aja!

Mengapa banyak orang merasa takut terhadap kematian? Sederhananya, konsep mereka tentang kematian sering kali terbalik. Kematian seharusnya bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Ketika nafas terakhir kita keluar, tubuh ini hanyalah sebuah benda yang sudah tak berfungsi lagi—tak ada lagi gunanya. Mengenai roh atau jiwa, siapa yang dapat memastikan kemana mereka pergi setelahnya? Hingga saat ini, belum ada yang pernah kembali untuk menceritakan hal tersebut. Mungkin ketakutan ini timbul karena sejak kecil kita telah diperkenalkan dengan konsep surga dan neraka. Surga dan neraka merupakan konsep yang berfungsi sebagai pengingat agar kita menjalani hidup dengan benar. Tentu saja, hal ini penting. Namun, setelah kematian, apakah ada bukti nyata yang dapat menjelaskan ke mana roh atau jiwa kita pergi? Hingga saat ini, belum ada bukti yang jelas. Maka dari itu, apakah ketakutan akan kematian tersebut memang relevan? Bukankah pada akhirnya ketakutan tersebut bisa jadi tidak berarti? K...

Menaksir Usia Bumi dan Pembentukan Alam Semesta: Berapa Usia Bumi yang Tepat?

  Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menaksir usia seseorang melalui pengamatan terhadap penampilan fisiknya. Misalnya, ketika kita melihat seorang siswa mengenakan seragam sekolah putih abu-abu, kita dapat memperkirakan usianya berkisar antara 15 hingga 17 tahun. Begitu pula, ketika kita melihat seseorang dengan rambut memutih dan kulit yang mulai berkeriput, kita mungkin memperkirakan usianya lebih dari 60 tahun. Pengamatan terhadap ciri-ciri fisik ini menjadi dasar dalam menaksir usia seseorang. Baca juga: Depresi di Balik Guyonan: Ketika Tawa Menjadi Topeng Kesedihan Prinsip yang serupa juga digunakan ketika para ilmuwan berusaha memperkirakan usia Bumi. Namun, alih-alih memeriksa penampilan manusia, mereka meneliti "penampilan fisik" Bumi, yaitu batuan-batuan yang menyusun lapisan-lapisan geologisnya. Para ahli geologi melakukan eksplorasi untuk menemukan batuan tertua yang ada di Bumi. Penelitian terhadap batuan-batuan ini mengungkap bahwa beberapa di antaranya be...

Puisi Eksperimental: Kecanggihan

Sejauh ini cukup baik. Saya mendiskusikan gagasan. Sehingga mesin itu memanfaatkan yang terbaik. Kecanggihannya sedemikian. Perbedaan antara robot dan manusia. Seandainya manusia dapat bersabar. Mungkin bisa cangkir itu terisinya. Seluruhnya menjadikan pagar-pagar. Seluas mata. Orang yang tidak pernah mengatakan tidak saat dimintai sesuatu. Kuharapkan kami telah mencapai karimata. Mengambil sisa uang gajiku.

Terms of Service (Ketentuan Layanan)

Terms of Service (Ketentuan Layanan) By accessing alfinohatta.blogspot.com , you agree to the following terms: Content Use : Content is for personal information only and should not be distributed without permission. User Responsibility : Users are responsible for activities on the site, including refraining from harmful actions. Ownership : All content is the property of alfinohatta.blogspot.com and protected by copyright.

Bring The DIS (Democracy in School)

Puisi Filosofis: Manusia Tidak Akan Pernah Terlambat

Di pelataran dunia nanti. Kami mengejar larinya silih berganti. Yang terbaik. Akan bercahaya dijubahi. Yang terburuk. Akan berdosa ditutupi. Maju---mundur berdesakan. Tiada waktu baginya saling berkenalan. Dahulu ada manusia yang begitu saling berbaikan. Namun, diakhiri dengan kejahatan.  Sungguh, kecewa jika pergi dengan harta. Pulang dengan noda di dada. Tidak memiliki manfaat. Terlebih lagi untuk dimakamkan ke dalam liang lahat.

Sikap Kurang Peduli: Akibat dari Rasa Aman dalam Sistem Sosial?

  Dalam kehidupan bermasyarakat, kita sering menemui keluhan mengenai perilaku yang kurang menghargai lingkungan atau suara bising yang mengganggu. Fenomena ini dapat terjadi di berbagai daerah, termasuk di Jawa, di mana perbedaan latar belakang dan kebiasaan sosial dapat mempengaruhi cara seseorang berperilaku. Tidak dapat dipungkiri bahwa perekonomian di Jawa lebih berkembang, dan banyak kebijakan pemerintah yang berfokus pada daerah tersebut. Hal ini mungkin membuat sebagian orang merasa lebih nyaman atau "aman" dalam bertindak, meskipun tindakan tersebut bisa saja mempengaruhi kenyamanan orang lain. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua orang dari Jawa menunjukkan perilaku seperti itu. Banyak juga yang sangat menghargai norma-norma setempat ketika mereka berada di daerah lain. Hanya saja, ada sebagian kecil yang terkadang tampak kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Ini bisa muncul karena mereka merasa sudah memiliki "tempat" yang aman dalam sistem...

Puisi Politik: Kebijakan

Waktu berlalu. Dan urusan pemerintahan berubah cepat sekali. Bukankah kehidupan di dunia ini hanya sesederhana itu. Siang itu juga riuh pemilu menyuruh Kakak pulang kembali. Namun ada pula, Fanatik berlebihan. Yang sedikit berbeda. Hanya soal bagaimana mereka menunjukkan. Beberapa memuji pejabat karena menepati janjinya. Aku rasa, mengapa memuji pejabat karena janjinya. Itu adalah janji mereka. Tentu sebuah kewajiban bagi mereka. Kemudian ada seseorang berkata padaku, Kalian tidak perlu menunggu janji, tidak perlu. Tertawa. Serombongan tertawa mendengar gurauan itu. Kalau saja tidak ada yang memperhatikan. Aku akan membuatnya seperti kejadian Maxim Ratniuk dan Vadym Ursu. Tentu saja ia tahu. Pengucapan manusia-manusia itu sungguh menembus batas-batas akal sehat. Aku mencintai negeriku.

Cara Sukses Mengembangkan Bisnis di Pasar Kompetitif

  Mengembangkan bisnis yang sukses memerlukan pemahaman mendalam mengenai pasar dan perilaku konsumen. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi target pasar, seperti pecinta kopi, pelajar, atau kalangan profesional. Kualitas produk juga harus menjadi prioritas utama. Anda dapat bekerja sama dengan petani lokal atau pemasok terpercaya, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk meningkatkan daya tarik produk. Di samping itu, membangun identitas merek yang kuat dan autentik, mulai dari desain kemasan hingga strategi promosi, merupakan langkah penting untuk membedakan bisnis Anda dari para kompetitor. Pengalaman pelanggan memainkan peran penting dalam keberhasilan sebuah bisnis. Menciptakan suasana kedai yang nyaman dan menarik dapat memberikan pengalaman berkesan bagi setiap pengunjung. Strategi pemasaran yang efektif juga sangat penting. Manfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan audiens, dan pertimbangkan untuk bekerja sama dengan influencer kopi guna men...