Ilustrasi anak kecil yang memakan semangka (sumber: pixabay.com/users/jillwellington) Membiasakan anak untuk membawa bekal ke sekolah adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan asupan gizi mereka terpenuhi. Bekal yang disiapkan di rumah memungkinkan orangtua untuk mengontrol kualitas dan kandungan nutrisi makanan yang dikonsumsi anak, yang tentunya sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. Namun, jika tidak disiapkan dengan benar, bekal dapat menimbulkan risiko kesehatan, seperti makanan yang basi atau terkontaminasi. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memperhatikan beberapa hal saat menyiapkan bekal anak agar tetap aman dan sehat dikonsumsi. Selain itu, memastikan anak mau membawa dan memakan bekal juga membutuhkan pendekatan yang kreatif dan penuh perhatian. Tidak semua anak antusias membawa bekal ke sekolah, seringkali karena mereka bosan dengan menu yang ituitu saja atau merasa tidak tertarik dengan penyajian makanannya. Dalam ha...
Waktu laut mampir di permukaan pantai beberapa tahun ini.
Aku memandangnya dengan mata berkaca-kaca.
Dia melirik ombak yang berhenti mendaki.
Ingatannya merekam kebersamaan keduanya.
Tentang Aku dan Ombak.
Seorang anak lelaki duduk di sebuah meja.
Kenyataan itu mungkin akan terkuak.
Ombak bukanlah manusia.
Ombak, lihatlah kemari!
Itu adalah percakapan tanpa pokok.
Tanpa basa-basi.
Pikirannya menggebrak.
Anak lelaki melakukan percakapan singkat dengan sahabatnya, laut.
Selalu ada yang disisakan laut selain ombak.
Saat bulirnya yang dingin memaksa seorang anak kecil itu memacu kaki lebih cepat.
Sang anak lalu mengangkat wajahnya yang sempat beberapa saat tertunduk.
Dan dia hanya dapat mengucapkan kata-kata enteng yang berat dijabarkan:
Tunggu aku, kawan!
Komentar
Posting Komentar