Langsung ke konten utama

Postingan

Grand Finale: Top 8 Finalists of NextGen Digital Impact Competition 2026 by Monash University, Indonesia

Grateful to be part of the NextGen Digital Impact Competition 2026 organized by Monash University, Indonesia.  Being selected as one of the Top 8 finalists was a valuable opportunity to explore how technology, research, and innovation can contribute to solving real-world challenges.  Through this journey, I had the chance to develop and present an AI-driven environmental technology proposal focused on leveraging satellite imagery, IoT, autonomous systems, and predictive AI for forest monitoring and prevention.  Thank you to the organizers, mentors, judges, and fellow participants for creating an inspiring environment for young digital talents. Looking forward to continuing the journey of learning, building, and creating meaningful impact through technology. Source:  https://www.monash.edu/indonesia/news/strengthen-young-digital-talent-through-nextgen-digital-impact-competition https://www.monash.edu/indonesia/news/road-to-grand-finale-top-8-finalists-of-nextgen-digit...

Perjudian: Jebakan Tak Berujung atau Jalan Pintas Palsu?

Ketika gaji diterima namun kebutuhan masih terasa berat, mungkin Anda sering berpikir, "Inflasi membuat uang semakin berkurang nilai belinya." Tanpa terasa, hari berikutnya sudah kembali bekerja. Jika dalam beberapa bulan gaji stagnan, banyak yang mulai mencari pekerjaan tambahan. Ekonomi selalu berputar, ada masa naik dan turun, seperti rollercoaster keuangan. Jika saat kondisi ekonomi baik kita bisa bersantai, mengapa harus panik saat resesi? Gaji mandek, kalaupun naik cuma recehan, sementara harga-harga terbang. Belum lagi yang punya bocah, bayar sekolah bikin pusing. Terus ada lagi nih yang bikin tambah runyam: pinjol sama judi online. Berapa banyak orang yang kecanduan judi online, sampe setengah gaji ludes buat pasang taruhan. Sementara yang terjerat pinjol pusing tujuh keliling bayar cicilan plus bunga selangit. Jadi menurut analisa saya, anjloknya daya beli sekarang ini banyak faktornya, salah satunya ya gara-gara pinjol sama judi online ini.

Masa Depan Cerah Dimulai dari Literasi Keuangan yang Baik

Ilustrasi finansial. sumber gambar: (freepik.com) Literasi keuangan kini menjadi topik yang kerap kali diperbincangkan, terutama di kalangan generasi muda. Pengetahuan mengenai literasi keuangan dinilai sangat bermanfaat jika dipelajari sejak dini. Kenapa? Karena literasi keuangan bukan hanya soal menabung dan berinvestasi, tapi juga memberikan wawasan tentang cara mengelola dan menggunakan uang secara bijak. Nah, untuk memahami literasi keuangan lebih lanjut, mari kita bahas bersama. Pengertian Literasi Keuangan Secara sederhana, literasi keuangan adalah kemampuan atau keterampilan seseorang dalam mengelola keuangannya. Kemampuan ini mencakup berbagai aspek, seperti penggunaan uang secara bijak untuk kebutuhan sehari-hari, perencanaan investasi, dan aktivitas menabung. Ibarat belajar bahasa, literasi keuangan adalah "bahasa" yang perlu kita kuasai agar kita bisa "berbicara" dengan uang secara cerdas dan tepat. Tidak hanya terbatas pada pengelolaan uang ...

Apakah Banyak Psikolog Mengalami Gangguan Mental? Mitos atau Fakta?

Apakah Banyak Psikolog Mengalami Gangguan Mental? Mitos atau Fakta? Permasalahan kesehatan mental di kalangan psikolog terapan ternyata cukup umum, namun sering kali diabaikan. Hal ini mungkin disebabkan oleh anggapan bahwa topik ini masih tabu untuk dibahas secara terbuka dalam profesi tersebut. Namun, menurut studi yang dilakukan oleh Sarah E. Victor dan timnya, kita perlu mulai menaruh perhatian yang lebih serius terhadap isu ini. Penelitian mereka menunjukkan bahwa sejumlah besar staf pengajar, mahasiswa pascasarjana, serta individu yang terlibat dalam program doktoral, magang psikologi klinis, konseling, dan pendidikan, mengalami tantangan kesehatan mental yang serius. Dari 1.692 responden yang diteliti, lebih dari 80% mengaku pernah mengalami masalah kesehatan mental, dan hampir setengah dari mereka telah didiagnosis dengan gangguan mental. Masalah yang paling umum adalah depresi, gangguan kecemasan umum, serta pikiran atau perilaku bunuh diri. Hal yang mengejutkan ad...

Dampak Larangan TikTok: Gelombang Domino yang Terpicu

sumber gambar: lavocedinewyork.com Pemerintah Amerika Serikat hampir melarang TikTok beroperasi di negara mereka. Para ahli mengatakan mereka mengharapkan RUU ini akan tersendat, tetapi jika akhirnya disahkan menjadi undang-undang, TikTok akan membawa masalah ini ke pengadilan. Apabila ByteDance tidak menjual TikTok dalam waktu setahun, maka aplikasi media sosial itu akan dilarang beredar di Amerika Serikat. Bulan lalu, Senat AS menyetujui rancangan undang-undang yang mengharuskan pemisahan TikTok dari perusahaan induknya, ByteDance, dari China. Tak lama setelah itu, Presiden Joe Biden menandatangani RUU tersebut menjadi UU. Kritik demi kritik telah lama menuduh TikTok dikendalikan oleh pemerintah China. Aplikasi ini juga diduga digunakan untuk mengumpulkan data pengguna dan menyebarkan propaganda pemerintah Beijing. Baik China maupun ByteDance dengan tegas menyangkal tuduhan tersebut. Singkatnya, TikTok akan dihapus dari Apple Store dan Google Play Store di AS. Namun, peng...

Indomie: Simplicity, Delight, and Enduring Love

sumber gambar: detik.com Indomie enthusiasts are often conservative in their approach, savoring it just as it's meant to be—following the recommended method to the letter. If there are any variations, they are usually minor adaptations to local tastes, such as adding bird's eye chili, a boiled egg, or a splash of chili sauce. At its core, the love for Indomie is rooted in its authentic simplicity. No one would ever question the deliciousness of a bowl of Indomie. Whether prepared by a seasoned cook or a novice, the taste remains consistently delightful. From the very first bowl to the millionth, the essence of Indomie’s flavor never wavers. It is a dish that anyone can master quickly and easily, without the need for formal schooling or specialized training. As long as there is a desire to stir the powdered seasoning and sprinkle the fried shallots, anyone is capable of bringing joy to the taste buds of Indomie devotees. Indomie is indeed generous; a bowl of Indomie ...

Puisi Filosofis: Gawu

Operasional yang sering digunakan. Ikut melangkah. Bulan dalam sistem penanggalan. Kisah muncullah. Semua orang tenggelam dalam pikiran mereka. Ingin menceritakan lagi soal matahari. Butuh proses yang cukup lama. Sepakat dengan kami. Bagian rencana yang paling sulit. Piranti lunak keparat itu ternyata tidak dapat bekerja. Memperlambat mereka dan menatap langit. Bukan kebetulan belaka. Orang-orang kembali menjadi kesatria. Pikiran selalu menemukan jalan keluar. Sadarlah kehadiran Anda. Merupakan sebuah pengantar.

The Son Of Philosopher

Ini adalah kisah tentang Cicero, seorang siswa filsafat dari Yunani, yang melakukan perjalanan untuk mencari adik kandungnya yang disembunyikan oleh kelompok kriminal. Perjalanan ini tidak hanya mengarah pada penemuan sang adik, tetapi juga pada penemuan harta di dalam dirinya sendiri.

Puisi Filosofis: Cermin Kuno

Sungai itu dingin, dan arusnya kuat. Sementara membasuh badan. Karena mendatangkan manfaat. Gemuruh hujan dari pendengaran. Sebuah cermin kuno yang dibeli. Kalo seumpama dia bicara. Pedang dan perisai setiap pagi. Berderap menuju kastel berikutnya. Hampir sepanjang peperangan. Berniat mencari sumbernya. Kristal tetapi berlian. Atau hewan yang luka.

Puisi Ekspresionis: Jam Pagi

Kami bertemu. Menjadi kekuatan besar di sebuah wilayah. Aku ingin bertemu adikku. Berkurang-kurangnya wajah. Sebuah pesan dari jalur aman. Siapa yang tahu. Sambil merendahkan. Jaga sikap dan perilaku. Wajah sangar memberitahu. Terdapat banyak mata yang berlatih. Masuk ke markas keluar tidak ada biru. Tak cukup rimbun lampu putih.

Puisi Ekspresionis: Mendengar

Seandainya aku menjadi hidup lagi. Menjaring manusia supaya tak sampai keluar sasaran. Jalan-jalan sunyi menjadi sepi. Sentuhan pada pertolongan. Pintu besar itu belum terbuka. Meringkuk di neraka sepanjang hari sambil bermimpi indah. Pertarungan pertama. Masih dikenakan tahanan rumah. Supaya dapat jatuh ke tangan. Berlari sepanjang dunia sembari berteriak. Menyingkirkan. Orang yang congkak.

Puisi Ekspresionis: Kembalinya Si Bulan

Melihat sekeliling dengan tercengang. Memeriksa jam tangan. Bersenang-senang. Ia menunjukkan. Selalu keras tapi tak pernah kejam. Hawa aneh berputar di kepala. Jika ia menghantam ombak. Ke bumi berupa bayang-bayang cahaya. Purnama pertama. Seketika menakjubkan. Tolong, jangan bicara. Biarkan bulan ini menjadi mematikan.

Puisi Ekspresionis: Aku Terjebak

Hutan angker tak lagi membuatnya gentar. Terhampar tebal di dasar hutan. Melihat ketegangan di sekitar. Semakin berat penebusan. Pedang itu merobek topi. Tanpa perlu bertanya. Ciri-ciri musuh sejati. Ucapan terakhirnya sebelum mereka memenggal kepala. Sangat banyak aksi. Kalau angka-angka ini akurat. Kemampuan untuk menghindarkan diri. Ketenangan yang tepat.

Puisi Ekspresionis: Hari Waktu

Karena dicekam perasaan ngeri. Aku melarikan diri ke segala penjuru. Harus menyaksikan semua ini. Dengan jantung yang berpacu. Tetapi apa yang disayangkan? Aku merasa sangat dikhianati. Hari demi hari penghukuman. Pergi kembali. Harimau tidak mengurangi kecepatan. Malam semakin larut. Dia mengenal makna mati dan kematian. Apa nyalimu ciut.

Puisi Politik: Sandiwara

Matamu boleh saja buta. Di wilayah yang lebih dekat. Dulu mereka memang berkuasa. Yang dilakukan sekarang hanya menggeliat. Lalu mengapa orang-orang merendahkan suara saat berbicara tentang penguasa. Hati-hati dikurung. Semut mengejek singa. Benar-benar makhluk dalam tempurung.

Puisi Cinta: Biliar Tiga Bola

Kain basah. Mengalami perasaan. Jadi kekuatan berubah. Mendukung tanpa membedakan. Bergerombol di atas rumah. Menekankan perbedaan ukuran. Terlanjur bersemu merah. Dibungkus dengan pemahaman. Biliar tiga bola. Perubahan besar. Mengalami keberadaan yang kaya. Aktif menyatakan di dunia sekitar.

Puisi Cinta: Pengumpat

Dimana pun. Aku mencintaimu. Kapan pun. Memerlukanmu. Menguasai tempat-tempat yang tinggi. Menuntut ilmu. Hari demi hari. Untuk mendapatkanmu. Loncat mendekap mulut. Muncul kembali. Secara perlahan surut. Hal tidak bisa dipahami.

Puisi Cinta: Mabuk

Aku kalau galau, bisa mandi sambil menangis di bawah pancuran. Kamar mandi shower juga rawan hantu. Pun, kamar mandi gayung jarang penampakan. Tetapi kalau bertamu. Ada makhluk yang melakukan perkawinan. Dengan gen luar ras unggul. Manusia ingin menguji kesetiaan. Penjara atau dijadikan tanggul. Seorang pemabuk kedapatan kencing sambil berdiri di lapangan.

Puisi Ekspresionis: Baju Berpeluru

Di mana tempat paling baik untuk menyerang. Agar tidak kehabisan buah kemenangan. Memang jarang pulang. Kita perlu merencanakan. Tahu apa strategi. Tak sepercik pun peluru mengotori lantai. Menguasai diri. Pergi ke gerai seketika ramai. Ada peluru di dalam. Mengenai benda dan mengerang. Akan pecah jadi enam. Memantul mengenai tulang.