Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Kau, Aku, dan Telaga Warna

Alkisah, terdapat sebuah telaga berwarna di Pamulang. Telaga itu besar, cantik, menyejukkan. Karena aku selalu mengira-ngira lokasi, aku beranggapan bahwa telaga warna itu tidaklah nyata.   “Anakku, telaga warna itu nyata. Kakek sendiri pernah melihatnya, di suatu tempat di dunia ini. Tidaklah semua yang terjadi adalah kebetulan, pasti ada sebab-akibatnya anakku... Kakek harap, kamu jangan pernah sekali-kali mencari dimanakah telaga warna berada. Meskipun telaga warna memiliki banyak harta karun di dalamnya, naga laut dengan sisik emas dan mutiara di tubuhnya, ikan dengan intan permata di matanya, bahkan kerikil-kerikil kecil yang berada di dasarnya adalah batu permata atau emas yang terbentuk selama ribuan tahun.”   Kakekku berucap, aku mengernyitkan alis, tidak tahu.   Kalau telaga warna itu nyata, mengapa sampai sekarang aku belum pernah mendengar tentang telaga warna sebelumnya, Atau secarik kertas mengenai telaga warna pun belum pernah kutemui, Atau informasi sekecil...

The Son Of Philosopher

Ini adalah kisah tentang Cicero, seorang siswa filsafat dari Yunani, yang melakukan perjalanan untuk mencari adik kandungnya yang disembunyikan oleh kelompok kriminal. Perjalanan ini tidak hanya mengarah pada penemuan sang adik, tetapi juga pada penemuan harta di dalam dirinya sendiri.

Puisi Filosofis: Cermin Kuno

Sungai itu dingin, dan arusnya kuat. Sementara membasuh badan. Karena mendatangkan manfaat. Gemuruh hujan dari pendengaran. Sebuah cermin kuno yang dibeli. Kalo seumpama dia bicara. Pedang dan perisai setiap pagi. Berderap menuju kastel berikutnya. Hampir sepanjang peperangan. Berniat mencari sumbernya. Kristal tetapi berlian. Atau hewan yang luka.